Bertahun-tahun saya jualan makanan sambil mengira-ngira harga. Jualannya laku, uangnya tidak pernah ada. Ini lima hal yang saya harap ada orang yang memberi tahu saya waktu itu.
Saya mau cerita sesuatu yang agak memalukan.
Bertahun-tahun saya jualan makanan dan yakin untung saya tiga ribu rupiah per porsi. Angka itu saya dapat dengan cara yang hampir semua orang pakai: lihat harga bahan, tambah sedikit, selesai.
Jualan saya laku. Tiap hari ada yang beli, langganan juga ada. Tapi tiap akhir bulan, uangnya tidak pernah ada.
Saya pikir saya kurang rajin. Jadi saya tambah jam buka. Saya pikir saya kurang dikenal, jadi saya tambah promosi. Saya ikut promo aplikasi supaya ramai, dan waktu ada yang jualan lebih murah, saya ikut turunkan harga karena takut kehilangan pembeli.
Yang terjadi, makin ramai makin capek, dan uangnya tetap tidak ada.
Sampai satu malam saya duduk dan menghitung satu porsi dari awal. Bahan, kemasan, gas, listrik, sewa tempat, dan waktu saya sendiri.
Saya sudah menjual ribuan porsi dengan harga yang salah, dan selama itu saya tidak tahu.
Yang membuat saya paling kesal bukan ruginya. Tapi kenyataan bahwa semua itu bisa ketahuan dari awal, kalau saja saya pernah menghitungnya satu kali dengan benar.
Coba centang yang Anda rasakan.
Saya memang sempat kuliah S2 di bidang kewirausahaan. Dan terus terang, itu tidak menyelamatkan saya dari satu pun kesalahan di atas.
Karena tahu rumusnya dan menjalaninya tiap hari itu dua hal yang berbeda.
Ada banyak guru bisnis yang bagus, dan saya belajar dari mereka. Tapi ada hal-hal yang menurut saya baru benar-benar dimengerti kalau pernah mengalaminya sendiri. Capeknya belanja pagi-pagi lalu masak sendiri. Takutnya menaikkan harga seribu rupiah. Bingungnya melihat jualan laku terus tapi uang tidak pernah bertambah.
Yang saya punya cuma satu hal. Saya pernah jatuh sebagai UMKM, dan sekarang sedang bangkit.
Jadi modul ini bukan pelajaran. Ini cerita yang dibagikan, dari orang yang masih mengerjakannya sampai hari ini.
Modul UMKM Makanan & Minuman

Yang Anda kerjakan di Bab 2 dipakai lagi di Bab 5. Jadi di akhir, Anda tidak selesai dengan perasaan paham, tapi dengan angka.
Saya masih menulis. Bukan rencana, memang sedang dikerjakan sekarang, diambil dari bagian usaha saya yang lain yang juga pernah saya tangani dengan salah.
Sebagian akan saya berikan cuma-cuma. Sebagian lagi berbayar, yaitu yang tidak cukup kalau cuma ditulis dan harus saya tunjukkan lewat video.
Satu hal yang sengaja tidak saya sebut: tanggalnya. Saya menulis ini di sela-sela menjalankan usaha sendiri, dan saya lebih memilih tidak menyebut hari daripada menyebut hari lalu meleset.
Jadi hari ini Anda bukan sedang membeli satu buku. Anda sedang mengambil tempat Anda di raknya.
Modul ini tidak akan membuat jualan Anda langsung ramai. Yang dia lakukan lebih kecil tapi lebih penting, yaitu membuat Anda tahu angka Anda sendiri. Setelah itu barulah Anda bisa memutuskan apa pun dengan tenang.
Anda mencari cara cepat supaya jualan langsung ramai minggu ini.
Anda ingin membacanya saja tanpa mengerjakan tugasnya. Uangnya lebih baik dipakai belanja bahan.
Anda sudah tahu persis margin tiap produk Anda. Berarti Anda sudah selesai dengan isi modul ini.
Sekali bayar. Tidak ada langganan, tidak ada biaya bulanan.
Untuk Anda yang sudah tahu cara menghitungnya dan cuma butuh alat supaya lebih cepat.
Pembayaran lewat QRIS, transfer bank, atau dompet digital. Begitu pembayaran masuk, modulnya langsung terbuka di halaman milik Anda, dan tautannya dikirim juga ke WhatsApp Anda.
Saya butuh bertahun-tahun untuk sampai ke titik di mana saya tahu angka saya sendiri, dan sebagian besar waktunya habis cuma karena saya tidak tahu harus mulai dari mana.
Anda tidak perlu selama itu.
Mulai dari Rp 24.900